Kantor Berita Internaisonal Ahlulbait - ABNA - Shia Muslim Foundation menyambut langkah aparat federal Amerika Serikat yang menangkap seorang perempuan yang dituduh merencanakan serangan bom terkait ISIS terhadap gedung legislatif Negara Bagian New York. Lembaga tersebut juga menegaskan bahwa ISIS merupakan ancaman langsung bagi Muslim Amerika, khususnya komunitas Syiah.
Yayasan itu menyatakan bahwa ISIS tidak mewakili Islam maupun Muslim Amerika. Menurut mereka, ajaran kelompok tersebut bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam mengenai perlindungan nyawa manusia dan penghormatan terhadap tempat-tempat ibadah.
Dalam pernyataannya, Shia Muslim Foundation mengatakan komunitas Muslim di Amerika telah berulang kali menolak ideologi ISIS dan melaporkan aktivitas ekstremis yang mencurigakan kepada aparat keamanan.
Lembaga tersebut juga menegaskan bahwa ancaman ISIS terhadap komunitas Syiah bukan sekadar kekhawatiran teoritis. ISIS, menurut pernyataan itu, memandang Syiah sebagai musuh dan telah melakukan pembantaian terhadap jamaah Syiah di berbagai negara. Yayasan itu menambahkan bahwa simpatisan ISIS di Amerika Serikat juga sebelumnya pernah merencanakan serangan terhadap masjid-masjid Syiah.
Dalam konteks tersebut, yayasan menyinggung kasus Xavier Pelkey, yang pada November 2023 dijatuhi hukuman 15 tahun penjara federal karena berkonspirasi menyerang sebuah masjid Syiah di kawasan Chicago.
Berdasarkan catatan pengadilan yang dikutip dalam pernyataan itu, Pelkey bersama dua remaja lain yang disebut sebagai pendukung ISIS berencana memasuki masjid, memisahkan orang dewasa dari anak-anak, kemudian membunuh mereka dengan senjata api, amunisi, dan bahan peledak.
Petugas federal disebut menemukan bahan peledak rakitan di rumah Pelkey yang berisi benda-benda seperti staples, jarum, dan paku payung yang dimaksudkan untuk berfungsi sebagai serpihan proyektil.
Pernyataan itu juga menyebut para tersangka berencana menuju masjid Syiah lain atau bahkan sebuah sinagoge jika polisi melakukan intervensi, dan melanjutkan aksi pembunuhan hingga aparat keamanan menghentikan mereka.
Pelkey kemudian mengaku bersalah atas tuduhan berkonspirasi memberikan dukungan material kepada teroris.
Shia Muslim Foundation juga menyinggung kasus lain pada Juli 2025. Dalam kasus tersebut, seorang remaja berusia 16 tahun diduga memasuki Husseini Islamic Center di Glendale Heights, Illinois, saat sebuah acara berlangsung.
Remaja itu disebut merekam kondisi gedung dan jamaah serta mengumpulkan informasi yang diduga akan digunakan untuk kemungkinan serangan bom. Dalam penyelidikan, aparat juga menemukan sebuah senjata api tersembunyi serta sejumlah bukti lainnya.
Dalam kasus terbaru, FBI melalui sebuah pengaduan pidana menuduh seorang perempuan bernama Jessica Bowie telah menyatakan kesetiaan kepada ISIS dalam komunikasi daring dan mulai aktif merencanakan serangan sejak Juli.
Ia disebut telah memantau gedung legislatif di New York selama beberapa pekan dan mengambil foto dari berbagai lokasi, termasuk dari sebuah area observasi di dekat gedung tersebut.
Shia Muslim Foundation juga menyampaikan apresiasi atas kerja sama antara FBI, Kantor Kejaksaan Amerika Serikat, Secret Service, Kepolisian Negara Bagian New York, Kepolisian Albany, Kantor Sheriff Albany County, serta Homeland Security Investigations dalam menangani kasus tersebut.
Rahat Hussain, Direktur Eksekutif Shia Muslim Foundation, menegaskan bahwa Muslim Amerika menolak ISIS dan ajarannya. Ia mengatakan kelompok teroris tersebut telah membunuh Muslim di berbagai belahan dunia dan juga menginspirasi rencana pembunuhan terhadap jamaah Syiah di Amerika Serikat.
Yayasan itu menyerukan kepada otoritas federal dan lokal agar tetap menjaga komunikasi langsung dengan komunitas Muslim, memasukkan ekstremisme anti-Syiah dalam penilaian ancaman, serta menyediakan lebih banyak pelatihan dan dukungan keamanan bagi masjid-masjid.
Shia Muslim Foundation juga meminta aparat merespons dengan cepat setiap laporan terkait propaganda ISIS, upaya pengintaian terhadap masjid, keberadaan senjata, maupun ancaman terhadap jamaah.
Komentar Anda